TEBU SEDAYU BANTUL DIY

  • TEBU SEDAYU BANTUL DIY

    TEBU SEDAYU BANTUL DIY

    LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA

    PADA TANAMAN TEBU

     

     

    Nama  KUD                : Kelompok Tani Tuwuh Barokah (Pemenang lomba  Tebu Propinsi DIJ 2007)

    Ketua kelompok          : Ishomudin

    Alamat                         : Ds. Ngepek, Argodadi, Kec Sedayu Kab. Bantul, Prop ; Daerah Istimewa Jogjakarta

    Jenis Tebu                   : BL (Bulu Lawang)

    Bulan Tanam               : Desember 2006

    Bulan panen                : Agustus 2007

    Luas Lahan                 : 13 Hektar

    Jenis Tanah                  : Marginal

    Bekerja sama dengan DISHUTBUN PROP D I Jogjakarta ( Dibina langsung oleh Kadishutbun, Staf Bidang PLA DIJ dan TIM NASA). Saat panen dihadiri oleh  Wagub D I J  Sri Paduka Pakualam IX

    Produk Nasa yang digunakan : SUPERNASA 7  Botol/ha, POC NASA 7 Botol/ha, HORMONIK  7 Botol/ha

     

    Perbedaan penggunaan Pupuk Makro  sebelum dan sesudah pakai  NASA :

    Sebelum pakai NASAPakai NASA
    ZA       :  8 kuintalZA     : 4 kuintal
    KCl     :   2 kuintalKCl    : 1 kuintal
    SP 36   :   2 kuintalSP 36 :  1 kuintal
    Pupuk kandang 8 ton / haPupuk kandang 5 ton / ha
    Tenaga kerja 15 orang / hari3 orang / hari
    Tinggi tanaman 2-2,25 mTinggi tanaman 3-3,5 m
    Pertumbuhan merata dan seragam, anakan banyak dan pertumbuhan cepat
    Ada hama penggerek batang dan karat daunTidak ditemukan hama / karat daun
    Tanah kerasTanah lebih gembur/ subur
    Batang tidak kuatBatang kuat tidak roboh
    Daun lebih awet hijau
    Bobot Taksasi 650 kuintal / ha
    Brik 17 – 20Brik 24
    Rendemen maksimal 6,5Rendemen  7,3

     

     

     

     

     

     

     

     

    Catatan :

    Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :

    1. Kualitas benih/bibit (genetis tanaman)
    2. Iklim (curah hujan,air,sinar matahari, kelembaban, suhu dll).
    3. Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman)
    4. Tingkat kesuburan tanah.
    5. Pemupukan (tepat jenis, tepat dosis,tepat waktu, tepat sasaran)
    6. Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *